Friday, February 19, 2010

Toyota Astra Motor (TAM) RECALL Toyota Prius


Toyota-Astra Motor (TAM), Rabu (10/2) di Jakarta, mengumumkan penarikan kembali (recall) Toyota Prius di Indonesia, sebagai bagian dari recall global mobil hibrida ini. Tindakan ini untuk mereprogram software Electronic Control Unit (ECU). Tak ada penggantian suku cadang.

Saat ini, total ada 13 unit Prius generasi ketiga, yang berada di tangan konsumen Indonesia. Semua unit "mobil hijau" itu dan akan diperbaiki secara gratis. Proses perbaikan butuh waktu maksimal satu jam. Meningat jumlahnya yang relatif sedikit, TAM tidak mengundang para pemilik Prius ke dealer terdekat, melainkan mekanik TAM yang mendatangi konsumen di tempatnya masing-masing. Pemilik Prius terbanyak berdomisili di Jakarta. Sisanya di Surabaya (dua unit), dan di Malang (satu).

"Sejauh ini tidak ada keluhan dari konsumen di Indonesia soal rem Prius, meski ada pertanyaan soal itu," kata Johnny Darmawan, Presiden Direktur TAM. "Dan saya yakin, hal itu tidak akan terjadi di sini," tegasnya. Ini recall pertama Toyota di Indonesia.

Toyota-Motor Corp. (TMC) di Jepang melakukan recall Prius karena adanya keluhan sistem rem yang kadang-kadang terasa sedikit loss. Menurut penyelidikan TMC, sebagaimana disampaikan Joko Trisanyoto, Direktur Pemasaran TAM, kejadian itu hanya terjadi di jalanan licin bersalju. Problem itu terjadi saat roda kiri dan kanan beda traksi, semisal salah satu ban menapak aspal, sedangkan roda lainnya menapak di bagian jalan berlapis es atau salju, yang sangat licin.

"Pada saat ban mengalami perbedaan traksi, salah satu ban berputar lebih cepat dari yang lain. Sensor mobil mengindikasikan bakal terjadi selip dan direspon dengan mengaktifkan ABS. Pada saat perpindahan dari sistem pengereman normal ke aktifnya ABS terjadi delay (jeda, Red). Inilah yang kadang dirasakan sebagai rem sedikit loss," papar Dadi Hendriadi, Division Head, Technical Service Division TAM.

Perbaikan yang dilakukan TAM adalah memperpendek delay itu sehingga pengemudi tidak merasakan adanya rem blong.

Menurutnya, sejauh ini belum ada keluhan dari konsumen Prius di Indonesia perihal rem. Untuk itu, Joko Trisanyoto meminta Dadi dan timnya membuat simulasi situasi yang menyebabkan rem Prius terasa blong. "Saya pingin tahu rasanya," kata Joko. Simulasi dilakukan di jalan berpasir. "Berkali-kali dicoba, saya kok tidak merasakan hal itu," simpul Joko.

Dari 400.000 unit Prius generasi ketiga yang dipasarkan di seluruh dunia, Toyota menerima 14 keluhan soal rem, salah satunya menyebabkan kecelakaan.

"Situasi itu terjadi pada saat mobil berjalan pelan di atas permukaan jalan licin dan pengemudi menekan pedal rem pelan-pelan, bukan ditekan habis. Pada saat itu kadang-kadang rem terasa tidak melakukan perlambatan. Jadi kecelakaan yang terjadi di Jepang itu tidak fatal," kata Ahmad Rizal, Manager Komunikasi TAM.

Selain Prius, Toyota juga menarik Prius plug-in, Toyota Sai dan Lexus HS 250h berkaitan dengan isu rem ini. [Ros]



Sumber: Gatra.com

No comments:

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan kesan dan pesan...!!! Terima kasih

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails